Mati Suri Menurut Berbagai Pandangan

Mati Suri atau lebih dikenal dengan near death experience (NDE) adalah keadaan yang digambarkan sebagai perasaan bahwa jiwa seseorang telah meninggalkan raganya, beberapa orang pernah mengalami ini.

Mati suri adalah keadaan dimana jiwa maupun raga kita diangkat, tetapi raga kita kembali lagi kedalam tubuhnya kembali. Beberapa orang menggambarkan mati suri ini keadaan ketika kita ada di sebuah ruangan yang gelap tidak terlihat apapun lalu ada seseorang yang memanggil, baik itu orang tua, teman dekat, pacar ataupun seseorang yang mengajak kita. Lalu ada orang juga yang melihat cahaya putih dan melihat berbagai macam keindahan yang tidak pernah ada di dunia.

Bahkan di seluruh negara pernah mengalami mati suri, lalu ada juga mati suri menurut budayanya, jadi mati suri orang Indonesia dan orang Amerika akan berbeda.  di Amerika sekitar 3% penduduknya mengaku pernah mati suri. Eropa bahkan memiliki pengalaman mati suri hingga 4-5%, mati suri ini lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria dan rata-rata mati suri dialami oleh manusia berumur 60 tahun. Beberapa orang yang mengalami mati suri merasakan mereka seperti benar-benar sudah meninggal, sedangkan beberapa orang lainya merasa ini adalah hal yang positif untuk membuat diri lebih baik lagi. Lalu ada beberapa orang yang melewati terowongan ada juga sebagian orang yang dapat berinteraksi dengan orang yang telah meninggal. 

Mati suri menurut berbagai jenis agama:

  1. Menurut Islam

Di dalam agama islam mati suri tidak dijelaskan secara jelas atau terus terang, begitu pula dalam ayat-ayat Al-Quran tentang mati suri. Ayat Al-Quran yang mengandung banyak makna, maka dari itu tugas dari mufassir sebagai ahli tafsir Al-Quran. Dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 42:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinnya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesunggugnya yang demikian itu terdapat tanda tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”

Dari ayat tersebut terdapat kalimat yang berbunyi “Dia (Allah) melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan” Maha Agung Allah, Allah akan mencabut nyawa orang melepaskan jiwanya hingga waktu yang ditentukan.

Dalam Al-Qur’an juga disebutkan “mati suri berarti salah satu ujung tali roh terlepas, tapi dia masih hidup karena ujung lainya masih terikat. Itu yang membuat dia bisa kembali hidup. Mirip dengan orang tidur sebagaimana diketahui roh ibarat punya dua ujung yang terikat pada tubuh, jika salah satu ujung terlepas dan memungkinkan bagi manusia untuk melayang-melayang dengan bisa disebut bermimpi atau mati suri”.

Mati suri juga disebutkan dalam ayat Al-Qur’an yang mendekati fenomena mati suri, Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَشْكُرُونَ

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamanya, jumlah mereka beribu-ribu sebab takut kematian. Kemudian Allah berkata kepada mereka “matilah kalian”, kemudian menghidupkannya. Sesungguhnya Allah itu dzat yang memiliki karunia terhadap manusia, akan tetapi sungguh kebanyakan manusia tidak bersyukur“ (Al-Baqarah: 243).

  1. Menurut Katolik

Mati Suri menurut Katolik tentang kematian Gereja Katolik mengajarkan antara lain: sebagai akhir dari kehidupan atau peziarahan manusia di dunia (Katekismus Gereja Katolik no. 1007); dan bagi mereka yang mati dalam rahmat Kristus, kematian adalah ‘keikutsertaan’ dalam kematian Kristus, supaya dapat juga mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya (KGK, 1006; bdk. Roma 6:3-9). Dalam hubungan dengan Allah sebagai asal dan tujuan hidup, kematian juga merupakan peristiwa dimana Allah memanggil manusia kepada diri-Nya (KGK 1011) yang dikutip dari salamdamai.org.

“Jika kita hidup dalam agama Kristus maka mati suri adalah sebuah pensucian diri terhadap diri yang telah kita lakukan dimasa lalu, semua dosa kita akan diperlihatkan dalam mati suri ini. Jadi ketika kita masih berdosa dan menstru Allah Kristus wafatkan kita untuk mendamaikan kita dengan Allah” seperti diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki diri kita.

  1. Menurut pandangan Agama Yahudi

Menurut agama Yahudi seseorang yang mati suri akan diperlihatkan masa depan dan kedatangan tuhan yang kedua kali.

  1. Menurut pandangan Agama Khonghucu

Jadi menurut agama Khonghucu, jika kita mati suri minimal 3 jam maka dosa kita selama 3 tahun akan dihapuskan. Orang yang mati suri dalam agama Khonghucu ditandai dengan datangnya dewi kematian yang bertujuan untuk memberitahu keluarga terdekatnya.

  1. Menurut Pandangan Agama Baha’i

Maka bersiap-siaplah akan datang musibah besar mungkin keluarga yang sakit, ataupun kecelakaan. Pandangan dari agama Baha’i mati suri adalah kesengsaraan, karena pada saat itu kita ditunjukan berbagai dosa pada saat di dunia.

Baca juga Artikel : Apa yang Perlu Kamu Lakukan Jika akan Tidur

Lalu kenapa mati suri dapat terjadi? Apabila kita menyimpulkan secara tenaga medis, manusia dinyatakan mati suri karena tenaga medis terlalu cepat mengambil kesimpulan setelah melakukan CPR. CPR adalah keadaan dimana detak jantung berhenti ataupun kombinasi tindakan kompresi dada dan bantuan napas. Karena setelah melakukan CPR tenaga medis harus menunggu beberapa menit menunggu semua organ tubuh berhenti untuk menyatakan bahwa orang itu telah meninggal, biasanya dokter atau tenaga medis menunggu sekitar ± 10 menit. 

Bagaimana teori mati suri menurut medis? Mati suri adalah keadaan dimana penumpukan udara ketika udara didorong ke paru-paru selama CPR. Jadi tidak ada waktu untuk menghembuskannya sehingga udara menumpuk, saat udara menumpuk tekanan didalam dada meningkat tekanan itu menjadi sangat tinggi sehingga darah mengalami kesulitan bergerak dan jantung kesulitan memompa darah ke tubuh, ketika CPR berhenti, udara yang menumpuk dapat mengalir kembali dan jantung dapat memompa ke seluruh tubuh kembali. 

mati suri

Bagaimana keadaan ketika kita mati suri? Keadaan dimana spiritual dimana kita merasakan jiwa keluar dari tubuh atau Out of body experience (OBE) adalah sebuah pengalaman seseorang yang dapat merasakan dirinya keluar dari tubuh fisiknya dan dapat melihat tubuhnya, serta melihat keadaan sekeliling tubuh individu, bahkan sampai mendapati dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh fisiknya. OBE terjadi singkatnya karena otak tidak dapat merespon dengan baik terhadap rangsangan.

Maka dari itu, baiknya sebelum tidur kita alangkah baiknya berdoa dan bersyukur ketika bangun tidur. Semoga apapun yang kita kerjakan dan jalani menjadi sebuah ibadah.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.