Perbedaan, Keutamaan, serta Hukum Ibadah Haji dan Ibadah Umrah

Ibadah haji dan ibadah umrah merupakan ibadah yang mulia, hal itu dikarenakan kedua ibadah tersebut dilakukan di tanah suci Makkah. Kota Makkah terletak pada bagian barat Saudi Arabia yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang cukup tinggi di sekitaran Ka’bah. Kira-kira bagaimana sih penjelasan tentang perbedaan, keutumaan, serta hukum ibadah haji dan ibadah umrah. Nah berikut ini penjelasan tentang perbedaan, keutumaan, serta hukum ibadah haji dan ibadah umrah. 

Perbedaan, Keutamaan, dan Hukum Ibadah Haji & Ibadah Umrah

Sesuai dengan yang disebutkan dalam Q.S. Ali-Imran ayat 96 menyebutkan:

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ

Artinya: “Sesungguhnya rumah ibadah yang pertama dibangun manusia adalah Baitullah yang ada di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi  petunjuk bagi seluruh alam semesta.”

Keramaian di kota Mekkah sekarang ini bukan hanya terjadi pada musim haji saja, tetapi biasanya Ka’bah diramaikan dengan orang-orang yang melaksanakan ibadah. Lalu apa sih perbedaan ibadah haji dengan ibadah umrah? Ini jawabannya.

Perbedaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah

Ibadah haji merupakan kunjungan Baitullah secara sengaja untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT dengan syarat ataupun rukun tertentu, dan dalam waktu-waktu tertentu. Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam. Sedangkan umrah hampir mirip dengan ibadah haji, tetapi memiliki beberapa perbedaan, yaitu:

  • Waktu ibadah haji dan ibadah umrah

Ibadah haji terdapat tanggal pasti yang harus dilakukan oleh umat muslim yang akan melaksanakannya. Dalam satu tahun, ibadah haji dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah Tahun Hijriah. Tanggal tersebut merupakan pada saat wukuf di Arafah. Sebaliknya untuk ibadah umrah dapat dikerjakan kapan saja tanpa adanya ketentuan waktu yang pasti. Ibadah umrah dapat dilaksanakan dalam durasi 7 hari, 30 hari, dan 365 hari.

  • Ibadah haji harus ke Arafah

Melaksanakan ibadah haji harus melibatkan tempat-tempat manasik haji lainnya diluar kota Mekkah. Dalam ibadah haji sendiri, kita diwajibkan untuk bertawaf di Ka’bah dan Sa’i di Safa serta Marwah yang ada di dalam masjid Al-Haram. Selain itu, kita diwajibkan untuk mendatangi tempat di luar kota Mekkah lainnya yaitu Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

  • Ibadah haji hukumnya wajib

Umat islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji dan hukumnya fardhu’ ain bagi umat muslim yang mukallaf dan mampu sesuai dengan rukun islam. Berbeda dengan ibadah umrah yang menurut Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa umrah hukumnya wajib sekali dalam seumur hidup. Tetapi secara teknis bagi para umat muslim yang melaksanakan ibadah haji, akan otomatis telah melakukan ibadah umrah.

  • Durasi ibadah haji dan ibadah umrah

Ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibanding dengan ibadah umrah. Ibadah haji paling cepat dilakukan minimal dalam empat hari, yaitu tanggal 9-12 Dzulhijjah. Itu pun apabila dia mengambil nafar awal, sedangkan apabila tidak mengambil, maka dia mengambil nafar tsani yang durasinya jadi 5 hari. Sedangkan untuk ibadah umrah hanya membutuhkan waktu 2-3 jam saja, karena prakteknya hanya butuh 3 pekerjaan yaitu berihram dari miqat bertawaf tujuh kali  di Ka’bah, lalu berjalan kaki di antara Shafa dan Marwah tujuh kali putaran, lalu bercukur.

  • Kekuatan fisik ibadah haji dan ibadah umrah

Ibadah haji diwajibkan bagi dia yang memiliki kekuatan fisik yang baik dan kondisi tubuh yang prima. Hal ini dikarenakan ritual ibadah haji memang jauh lebih banyak dan lebih rumit dibandingkan dengan ibadah umrah.

Baca juga: Investasi Aman Untuk Umat Muslim

Keutamaan Ibadah Haji

Perbedaan, Keutamaan, dan Hukum Ibadah Haji & Ibadah Umrah

  • Menjadi Tamu Allah SWT

Jamaah haji mendapatkan kehormatan yang hanya Allah SWT berikan kepada mereka dan juga bagi jamaah umrah. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW, yaitu:

“Para jamaah haji dan umrah merupakan tamu dari Allah. Allah memanggil mereka untuk menyambut seruan-Nya. Apabila mereka meminta kepada-Nya, tentu Dia akan memberikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam syariat islam,tamu memiliki kedudukan yang sangat istimewa yang tentunya akan mendapatkan semua layanan dari Allah SWT. Maka dari itu, para jamaah haji dan umrah merupakan orang-orang yang mendapatkan fasilitas khusus untuk dapat meminta kepada tuan rumah, yaitu Allah SWT.

  • Menjauhkan Kekafiran

Hikmah dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah melenyapkan kekafiran.  Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu:

“Kerjakanlah haji dan umrah berturut-turut, hal itu akan melenyapkan kekafiran dan dosa-dosa sebagaimana api tukang pandai besi yang dapat menghilangkan karat dari besi.” (HR Ibnu Majah)

  • Menghapus Dosa Seperti Bayi

Bayi yang baru lahir, pastinya tidak akan pernah punya dosa. Tentunya siapa di dunia ini yang ingin menjadi seperti bayi kembali (tanpa dosa). Orang yang melaksanakan ibadah haji disebutkan sebagai orang yang tidak punya dosa, seperti terlahir kembali. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu:

“Barang siapa yang pergi haji dengan tidak mengucapkan kata kotor dan tidak berbuat kefasikan, maka ia akan pulang seperti saat baru dilahirkan oleh ibunya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Sejarah, Nilai, Prinsip, dan Tujuan Ekonomi Syariah

  • Balasan Surga

Salah satu janji yang diberikan balasan berupa surga oleh Rasulullah SAW, sesuai dengan sabdanya yaitu:

“Haji yang mabrur tidak akan ada balasannya bagi mereka, kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini paling dihafal oleh para jamaah di dunia ini, karena sesungguhnya cukup satu hadits ini kita dapat memberi motivasi kuat untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

  • Dibanggakan Di Depan Malaikat

Ibadah haji adalah yang teristimewa dan para jamaahnya dibanggakan oleh Allah SWT di depan para malaikatnya. Dahulu kala para Malaikat mempertanyakan kepada Allah SWT mengenai peran dan kedudukan manusia diatas bumi ini. Maka ketika para manusia berkumpul di Padang Arafah dengan taat, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT, saat itulah Allah SWT membanggakan mereka di depan para Malaikat. Sesuai dengan hadits riwayat Muslim yang menyebutkan:

“Tiada hari dimana Allah membebaskan hambanya dari api neraka, kecuali di hari Arafah. Sesungguhnya Allah condong kepada jamaah haji dan membanggakan mereka di depan para Malaikat-Nya.”

Dijadikan orang yang dibanggakan di depan malaikat menjadi anugerah serta tanggung jawab yang harus dijalankan. Jangan sampai setelah mendapatkan kehormatan setelah pulang ke tanah air, malah merusak citra dan kebanggaan dengan melakukan perbuatan yang haram, bahkan menjijikan.

Hukum Ibadah Haji dan Ibadah Umrah

Pada dasarnya ibadah haji hukumnya adalah fardhu’ ain bagi umat muslim yang minimal dikerjakan dalam satu kali seumur hidupnya. Pembahasan lebih detail adalah sebagai berikut:

  • Wajib

Ibadah haji yang hukumnya wajib bukan hanya terbatas pada haji untuk pertama kali, tetapi juga ada haji yang dikarenakan nadzar, qadha’, dan karena murtad atau kembali dalam islam. Nah berikut ini penjelasannya:

1.Haji islam

Seorang yang cukup syarat dan belum pernah pergi haji dari sejak dia baligh, maka dengan itu hukumnya wajib untuk pertama kalinya melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji dilakukan oleh banyak ulama disebut dengan istilah haji islam yang telah diwajibkan dalam rukun islam.

2. Nadzar

Hukum ibadah haji selanjutnya adalah sunnah dan bukan kewajiban, apabila seorang bernadzar untuk pergi haji, lalu meminta permintaannya kepada Allah SWT. Dasarnya adalah firman Allah SWT yang mewajibkan tiap orang yang bernadzar untuk menunaikan apa yang telah menjadi hutangnya.

3. Qadha’

Hukum ibadah haji yaitu qadha’ tidak melakukan wukuf di Arafah yang jatuh tanggal 9 Dzulhijjah, karena satu dan lain hal maka ia harus mengulang haji sebelumnya.

4. Murtad

Dari pandangan Mazhab Al-Malikiyah, seorang yang telah pernah mengerjakan haji wajib, maka murtad wajib untuk berhaji lagi. Hal tersebut sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 217 yang berbunyi:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Artinya: “Mereka yang bertanya kepadamu (Muhammad) mengenai berperang pada bulan haram. Katakanlah bahwa berperang dalam bulan itu adalah dosa yang besar. Tetapi menghalangi orang dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, menghalangi orang masuk Masjidil Haram, serta mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar dosanya dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti untuk memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka amal mereka sia-sia di dunia dan akhirat, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Baca juga: Makna Nama Bulan Dalam Tahun Hijriah

  • Sunnah

Ibadah haji hukumnya sunnah apabila dikerjakan untuk kedua kalinya, atau dikerjakan oleh anak yang belum balik.

  • Makruh

Ibadah haji makruh hukumnya apabila dilakukan secara berulang kali dengan menghabiskan banyak biaya, sementara orang-orang disekitarnya masih mati kelaparan. Demikian juga dengan wanita yang tidak izin kepada suaminya untuk pergi melaksanakan ibadah haji.

  • Haram

Ibadah haji hukumnya haram apabila menggunakan harta yang haram atau bukan haknya tanpa seizin yang punya. Uang haram yang didapatkan dari hasil merampok, menipu, mencuri, membungakan uang, korupsi suap, hasil mark-up anggaran, atau menyunat anggaran. 

Nah itu dia penjelasan tentang perbedaan, keutumaan, serta hukum ibadah haji dan ibadah umrah. Semoga penjelasan tentang perbedaan, keutumaan, serta hukum ibadah haji dan ibadah umrah dapat bermanfaat untuk teman Halped semua yah!!! 

Leave a Reply

Your email address will not be published.