Hukum Penggunaan Eyeliner dalam Islam

Hukum Penggunaan Eyeliner dalam Islam

 

Eyeliner_Hitam

 

Kecantikan perempuan tak lepas dari kecantikan yang dipancarkan melalui mata, oleh karena itu kaum perempuan sangat gemar bersolek. Berhias diri bagi kaum perempuan mengartikan penerapan seni untuk merawat keindahan diri. Dalam berhias diri tentu kosmetik yang digunakan banyak macamnya, mulai dari lipstick, foundation, maskara, bedak, juga eyeliner. Untuk menambah pancaran indah pada mata, kaum perempuan tentu tidak akan melewatkan eyeliner sebagai komponen penting untuk memperlihatkan keindahan mata secara jelas. 

Eyeliner ternyata sudah dikenal sejak zaman Rasulullah, namun pada zaman Rasulullah Eyeliner lebih terkenal dengan istilah celak, pada zaman Rasulullah eyeliner biasa digunakan oleh kaum pria dan wanita. Berbeda dengan jaman sekarang, penggunaan eyeliner lebih identik dengan kaum wanita.

Pada zaman Rasulullah SAW, banyak dari kaum muslimin yang menggunakan celak bernama itsmid. Terdapat hadis yang menganjurkan untuk menggunakan celak itsmid.

عَلَيْكُمْ بِالْإِثْمِدِ عِنْدَ النَّوْمِ، فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ، وَيُنْبِتُ الشَّعَرَ

“Bercelaklah kalian dengan itsmid, karena dia bisa mencerahkan mata dan menumbuhkan rambut.” (HR. At Tirmidzi)’

Eyeliner dalam islam

 

Hukum Pemakaian Eyeliner dalam islam :

Hukum menggunakan atau pemakaian eyeliner dalam islam menurut para ulama diperbolehkan namun hanya penggunaan eyeliner (celak) yang bertujuan untuk menyehatkan mata dan tidak untuk bertabarruj.

Al-Qurthubi menjelaskan makna at-tabarruj secara bahasa, beliau mengatakan, 

وَالتَّبَرُّجُ: التَّكَشُّفُ وَالظُّهُورُ لِلْعُيُونِ، وَمِنْهُ: بُرُوجٌ مُشَيَّدَةٌ. وَبُرُوجُ السَّمَاءِ وَالْأَسْوَارِ، أَيْ لَا حَائِلَ دُونَهَا يَسْتُرُهَا

“Tabarruj artinya menyingkap dan menampakkan diri sehingga terlihat pandangan mata. Contohnya kata: ’buruj musyayyadah’ (benteng tinggi yang kokoh), atau kata: ’buruj sama’ (bintang langit), artinya tidak penghalang apapun di bawahnya yang menutupinya” (Tafsir al-Qurthubi, 12/309).

 

Celak_arab1 Celak_arab2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hukum penggunaan eyeliner dalam islam bagi muslimah

 Penggunaan eyeliner bagi kaum perempuan atau Muslimah diperbolehkan saja asalkan memenuhi beberapa kaidah, yaitu:

  1. Penggunaan eyeliner niatnya tidak berlebih-lebihan, contoh untuk menyegarkan mata.
  2. Harus yang dapat dihapus atau tidak waterproof, karena sejatinya syarat sah wudhu adalah dengan meratakan air ke seluruh anggota wudhu hingga tidak ada bagian yang tertinggal.
  3. Tidak berniat tabarruj

Sehingga dengan adanya penjelasan diatas, bahwa penggunaan atau pemakaian eyeliner atau dalam islam dikenal dengan celak, diperbolehkan saja, asal jangan berlebihan, tidak memiliki niat tabarruj, berniat untuk membuat mata segar, dan eyeliner sifatnya dapat dihapus.  

Manfaat Penggunaan Eyeliner atau Celak:

Selain untuk menghias diri, eyeliner atau celak juga memiliki beberapa manfaat kesehatan untuk kita, antara lain:

  • Membersihkan kotoran pada mata
  • Menjernihkan pandangan dan menjernihkan selaput mata
  • Mengobati mata rabun, dan
  • Memperpanjang bulu mata

Demikianlah pembahasan mengenai Hukum Penggunaan Eyeliner Dalam Islam. Mudah-mudahan pembaca dapat mengambil manfaat dari informasi ini. Baca juga : Hukum Lip Tint dalam Islam

 

 

  



Leave a Reply

Your email address will not be published.