nabi_muhammad

Seperti yang kita semua tau, islam merupakan salah satu agama terbesar di muka bumi. Berawal dari jazirah arab, dengan risalah yang dibawa oleh nabi yang mulia, Muhammad ﷺ, dan kemudian dipeluk oleh umat manusia sebagai jalan hidup menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Semua umat islam pasti tau siapa nabi Muhammad ﷺ, namun apakah teman Halped tau bahwa yang memberikan nama Muhammad kepada nabi adalah sang kakek, Abdul Muthalib? Orang yang menemukan kembali letak sumur zam-zam yang pernah terkubur lama? dan bagaimana sejarahnya nama Muhammad dipilih oleh Abdul Muthalib, mengingat sebenarnya nama Muhammad tidaklah umum untuk kaum Quraisy pada saat itu?

Kebiasaan Kaum Quraisy dalam Memberikan Nama Untuk Anak

Dikala nabi lahir, kebiasaan kaum Quraisy saat itu ialah memberikan nama leluhur atau kerabat untuk anak-anak mereka. mereka menjadikan nama-nama leluhur sebagai nama untuk anak keturunan mereka. Disadur dari muslim.or.id, Abdul Muthalib memberikan nama Muhammad kepada cucunya dikarenakan ia ingin sang cucu dipuji oleh Allah di langit, dan dipuji manusia di bumi, seperti terlihat dari riwayat berikut:

Ketika Abdul Muthalib memberikan nama Muhammad kepada cucunya, beberapa orang dari suku Quraisy memberi masukan untuk Abdulmutholib; yang kala itu selaku pembesar suku Quraisy, perihal nama untuk cucu tercintanya,

“Mengapa tidak dinamai dengan nama salah seorang dari kerabatnya saja?”

Abdul Muthalib menjawab;

“Aku ingin agar Allah memujinya di langit, dan ia dipuji makhluk-makhluk-Nya di bumi” (Lihat Dala ilun Nubuwwah 1: 113)

 

Riwayat Lain Mengenai Penamaan Nabi Muhammad

Disadur dari muslim.or.id, suatu ketika kakek nabi, Abdul Muthalib dan tiga rekannya melakukan safar ke negeri Syam untuk berniaga. Dalam perjalanan, Abdul Muthalib bertemu dengan seorang rahib (pendeta) yang menanyakan asalnya.

Kami berasal dari Mekah.” Jawab mereka.

Setelah mengetahui bahwa mereka berasal dari Mekah, Rahib tersebut berkata;

“Sesungguhnya dari negeri kalian itu akan muncul seorang Nabi.”

Dengan penuh keheranan, Abdul Muthalib dan tiga orang kawannya menanyakan perihal nama Nabi tersebut. Rahib itu menjawab;

 “Namanya adalah Muhammad.”

Setelah mendengar perkaatan rahib tersebut, Abdul Muthalib dan ketiga rekannya bertekad akan memberikan nama “Muhammad” kepada bayi laki-laki yang lahir di keluarga mereka. Qadarullah, bayi laki-laki yang pertama lahir adalah dari menantu Abdul Muthalib, Aminah binti Wahb yang merupakan ibunda Rasulullah.

 

Itulah tadi kisah asal-muasal nama Nabi terkahir kita diberikan pada beliau. Mudah-mudahan kisah ini dapat menambah keimanan dan kecintaan kita kepada Rasullullah ﷺ